• nivo slider image nivo slider image nivo slider image

Mendapatkan foto landscape yang berkualitas

Ilmu tentang fotografi landscape memang sangat kompleks sehingga memerlukan banyak waktu untuk mempelajarinya, baik mempelajari dengan cara membaca/melihat berbagai literatur maupun banyak praktek untuk mempertajam intuisi. Menguasai beberapa teknik dasar tentunya tidaklah sulit, namun sangat powerful menghasilkan gambar yang menarik. Beberapa tips dan trik foto landscape tersebut adalah sebagai berikut : Gunakan garis pemandu mata menuju subjek utama Komposisi landscape akan tampil sangat kuat jika kita menggunakan elemen untuk memandu mata menuju subjek. Teknik ini disebut dengan leading lines(dalam bahasa inggris). Seperti gambar dibawah, garis-garis kuat yang memandu mata kita kepada gambar baling-baling mampu menghasilkan gambar yang indah. Bukan hanya garis lurus yang bisa kita jadikan leading lines, bisa sungai yang melengkung atau jalan yang berliku juga mempunyai efek positif.   Berikan ruang lebih pada daerah yang menarik kadangkala saat pagi hari atau sore

Read more...

Negative space dalam fotografi

Negatif Space adalah area disekitar dan diantara Subjek dalam suatu gambar. Sedangkan subjek utama disebut dengan positive Space. Gunakan negative Space untuk memperkuat bentuk dan ukuran dengan lebih efektif serta menghasilkan gambar dengan komposisi yang baik. Negative Space merujuk pada ruang kosong/white space, yakni konsep yang telah lama digunakan dalam dunia seni, desain, arsitektur dan seni sejak dahulu kala. Negative Space sangat berguna dalam dunia fotografi dan dapat mengubah foto sederhana menjadi foto penuh makna. Pengetahuan tentang negative space mungkin hanya dimengerti oleh sebagian orang saja, namun ini bukanlah hal yang sulit, karena hanya dengan sedikit latihan akan memperbaiki komposisi dan berpengaruh pada hasil akhir. Definisi Negative space memang agak abstrak dan membingungkan, namun dengan melihat contoh gambar diatas kita akan lebih mudah mengetahuinya. Dalam gambar diatas, tiang merupakan positive space dan langit merupakan negative space. Gambar dibawah

Read more...

Mengenal Shutter Speed dalam dunia Fotografi

Shutter Speed adalah kecepatan bukaan rana yang dapat mempengaruhi pencahayaan yang sempurna, mengontrol blur, dan membuat efek yang menarik. Salah satu hal yang sangat penting dikuasai seorang fotografer adalah shutter Speed yang merupakan salah satu dari tiga elemen segitiga eksposur. Tepat didepan sensor kamera terdapat tirai yang disebut shutter/rana. Ketika kita memotret maka rana akan menutup dan membuka. Shutter speed lambat berarti rana akan terbuka lebih lama(cahaya masuk lebih banyak) dan shutter speed cepat berarti rana akan terbuka lebih cepat(cahaya masuk ke sensor lebih sedikit). Pengaturan Shutter Speed Shutter speed dapat diatur dalam satuan detik atau bahkan sepersekian detik. Sebagai contoh shutter speed 1/100 berarti bahwa rana akan menutup pada 1/100 detik atau 0,01 detik. Setiap produsen tentu menawarkan berbagai range shutter speed mulai dari seperseribu detik sampai dengan beberapa detik. Kamera digital SLR juga mempunyai bulb mode yang memungkinkan kita

Read more...

Mengenal Aperture

Aperture secara sederhana bisa diartikan bukaan lensa yang mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk ke Sensor. Nilai aperture yang kita pilih akan menentukan bukaan seberapa kecil atau besarnya bukaan lensa. Semakin besar bukaan lensa maka semakin besar pula cahaya yang masuk, dan sebaliknya semakin sempit bukaan lensa maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Satuan aperture adalah f-stop, misalnya f/2.8, f/5, f/8, f/22 dan lain-lain. Pengaturan aperture sangat bergantung pula dengan pengaturan Shutter Speed dan ISO, seperti yang dijaelaskan dalam artikel mengenal segitiga Exposure. Jadi semakin rendah nilainya (ex. f/2.8) maka semkin lebar bukaannya, dan sebaliknya semakin besar nilainya maka semakin kecil bukaannya atau berbanding terbalik. Pengaruh Aperture terhadap Depth Of Field Ketika kita mengubah Nilai aperture maka akan berpengaruh terhadap Depth of Field. Depth of Field sendiri adalah area tajam / area fokus pada gambar. Aperture berbanding terbalik dengan Depth of Field,

Read more...

Crop Factor pada sensor APS-C dan APS-H

Crop faktor adalah faktor pemotong yang terjadi akibat adanya perbedaan ukuran sensor pada kamera. Kamera digital saat ini memiliki 2 ukuran sensor yakni sensor full frame dan Non Ful frame atau lazim disebut APS-C dan APS-H. Sensor APS-H memiliki ukuran lebih kecil dari Full Frame namun lebih besar dari APS-C. Sensor full frame saat ini sama dengan 35 mm film frame pada kamera SLR film jaman dahulu. Harga kamera full frame digital SLR saat ini masih terbilang mahal, sehingga juga ditawarkan kamera Non Full frame dengan harga yang lebih terjangkau karena memiliki ukuran sensor yang lebih kecil yakni APS-C dan APS-H. Dikarenakan ukuran sensor yang lebih kecil maka area yang akan direkam dalam gambar juga lebih kecil. Nah, perbedaan inilah yang disebut sebagai crop factor yang bilamana menggunakan lensa dengan focal length yang sama dengan sensor yang berbeda maka akan menghasilkan gambar yang berbeda pula(dalam masalah cakupan area). Berikut adalah ilustrasinya:  Crop faktor adalah

Read more...

Mendapatkan bokeh yang Indah

Bokeh adalah kata benda yang berasal dari bahasa Jepang yang artinya area tidak fokus dalam suatu gambar atau yang lazim kita sebut dengan blur. Bokeh tidak harus berbentuk bulat atau polygon, semua area tidak fokus/blur juga disebut dengan bokeh. Ada cara sederhana untuk memperkirakan bagaimana kira-kira tampilan bokeh pada gambar yang akan dihasilkan yakni dengan membelalakkan mata selebar-lebarnya, sehingga pandangan kita akan blur. Berikut adalah tips untuk mendapatkan foto bokeh: 1. Gunakan Lensa yang Berkualitas Semua lensa dapat menghasilkan blur, tetapi yang benar-benar baik dihasilkan oleh lensa prime dengan bukaan aperture lebar ex. f/1.4 atau f/1.8 2. Gunakan Aperture Lebar Semakin lebar bukaan aperture (angka kecil) maka semakin sempit Depth of Field yang berarti juga semakin banyak bokeh. Settingan aperture pada poin 1 akan menghasilkan bokeh yang baik. Bentuk pisau aperture juga mempengaruhi bokeh alami. Misal lensa dengan 8 pisau akan menghasilkan polygonal

Read more...

Bagus mana, lensa Prime atau lensa Zoom?

Ketika kita misalnya mempunyai dua buah lensa, satunya adalah lensa prime dengan focal length 50 mm dan satunya adalah lensa zoom dengan focal length antara 18-55mm. Ketika kita disuruh memotret dengan menggunakan kedua lensa tersebut, manakah yang akan menghasilkan gambar berkualitas pada focal length 50mm? Dapatkah kita menemukan beberapa perbedaan yang nyata dari hasil keduanya? Pertama : Lensa didesain dengan keunikan masing-masing. Walaupun lensa zoom 18-55mm dapat digunakan pada focal length 50mm, hal ini tidak akan sama dengan apa yang dilakukan oleh lensa prime/fixed yang memiliki Focal length 50mm. Untuk melakukan zooming material lensa juga akan bergerak mengikuti putaran tangan kita yang disebut dengan afocal zoom system. Setiap insinyur pasti mengatakan bahwa sesuatu yang didesain khusus untuk melakukan satu hal pasti memiliki hasil yang lebih baik ketimbang all in one product. Hal yang sama juga terjadi pada lensa, karena lensa zoom memiliki lebih banyak bagian yang

Read more...

Pose untuk foto Portrait

Tanpa mengetahui trik yang baik dari para professional kita akan sulit mendapatkan foto portrait(wajah) yang menarik. Mungkin kita akan mencoba berbagai sudut pengambilan, pengaturan posisi tubuh, serta pencahayaan untuk mendapatkan gambar yang baik. Memahami trik pose untuk fotografi portrait akan jauh mempermudah kita mendapatkan gambar yang kita inginkan. Berikut adalah tips dari para fotografer professional : - hindari memotret wajah lurus dari arah depan Memotret wajah lurus dari depan hanya akan membuat wajah nampak lebih gemuk. cobalah untuk sedikit menoleh ke kiri atau kanan, miringkan wajah atau sedikit menunduk juga bisa menjadi variasi yang tidak membosankan. Memotret wajah dari sebelah kiri/kanan dengan hanya menampakkan 1 daun telinga akan membuat bayangan disekitar tulang pipi dan hidung yang sangat ideal. - Hindari memotret bahu lurus dari arah depan  Pose sederhana ini akan mampu merubah penampilan foto portrait anda. Hindarilah pose bahu yang datar dengan

Read more...

Background untuk bunga

Mendapatkan background yang cocok untuk bunga akan meningkatkan daya tarik dan keindahannya. Pilihlah beberapa metode dibawah untuk gambar bunga yang lebih memikat : - Gunakan Sinar Matahari Pagi Sinar matahari pagi memang luar biasa dan kaya warna. Dalam fotografi jenis apapun saat-saat matahari baru muncul adalah momen emas untuk mendapatkan gambar menawan. Kedua Gambar diatas adalah gambar yang saya ambil di pekarangan rumah pada pukul 06.00 WIB, dengan setting Auto aperture(Av) agar Depth of Field Sempit dan Exposure compensation -2 untuk menurunkan intensitas cahaya. Karena Sinar matahari pagi yang lembut hanya beberapa saat saja saya sarankan menggunakan mode Auto Aperture (Av), agar waktu tidak banyak terbuang bila menggunakan setting manual. - Background Alami Setting aperture terlebar untuk menyempitkan Depth of Field dan menghasilkan blur pada Background, gunakan lensa macro/telefoto pada kisaran focal length 70-120 mm - Background warna putih Membuat

Read more...

Mendapatkan foto bunga yang lebih menarik

Bunga adalah salah satu subjek yang sangat sering dipotret di bumi ini, karena memiliki warna-warni dan bentuk yang menarik banyak fotografer pemula maupun professional yang gemar mengabadikannya. Berikut adalah tips dari Harold Davis, Seorang fotografer professional yang akan membantu kita mendapatkan gambar bunga yang menarik: Bunga bukanlah subjek yang sederhana Bunga adalah subjek yang mempunyai berbagai bentuk, texture dan warna. Memang banyak orang yang menganggap bahwa bunga adalah subjek yang terlalu banyak difoto sehingga membosankan, namun kenyataanya tidaklah demikian. Kita dapat mengambil dari sudut yang tidak lazim dan pencahayaan yang unik untuk mendapatkan gambar yang kreatif. Metode andalah yang sering digunakan Salah satu bagian yang sering menjadi fokus utama profsessional adalah bagian kelopak dari berbagai jenis bunga. Kita dapat mendapatkan pencahayaan yang baik dari belakang/backlighting dengan mudah, yakni dengan menurunkan posisi kamera sampai mendekati

Read more...
Page 1 of 1412345...10...Last »