• nivo slider image nivo slider image nivo slider image

Gorilla Pod : Si Tripod Mini yang Fleksibel

Membawa tripod berukuran besar kadangkala cukup merepotkan apalagi saat barang bawaan kita sedang banyak. Tampilan tripod juga sangat mencolok dan kadangkala tidak bisa kita gunakan disetiap tempat yang kita inginkan. Disinilah peran gorilla pod yang bisa kita andalkan. Gorilla pod adalah alat yang bisa kita gunakan untuk menstabilkan kamera layaknya tripod. Gorilla pod/tripod mini memiliki kaki-kaki fleksible yang bisa kita tekuk sesuai dengan keinginan dan  bisa kita tempatkan hampir dimanapun. Gorilla pod tentunya memiliki plus minus bila dibandingkan dengan tripod biasa, dan ada baiknya bila kita memiliki keduanya. Biasanya tripod hanya bisa digunakan pada permukaan datar, lain halnya dengan gorilla pod, alat ini juga bisa ditempatkan di permukaan bergelombang/berbatu dengan permukaan tidak rata. Gorilla pod memiliki kaki-kaki yang terbuat dari karet sehingga tidak mudah slip/tergelincir serta memiliki berat 1,5 ons. Banyak fotografer yang menyukainya kerena bentuknya yang mini,

Read more...

Mitos Fotografi Yang perlu kita Luruskan

Dalam dunia fotografi kita mengenal berbagai macam mitos yang telah meracuni keyakinan kita akan suatu kebenaran. Banyak dari mitos-mitos tersebut salah namun juga ada yang benar, sehingga kita perlu memilah milah informasi yang banyak beredar di masyarakat. Apalagi bagi sebagian orang awam, mitos mitos tersebut benar-benar tumbuh subur. Berikut adalah beberapa mitos-mitos fotografi yang perlu kita luruskan : 1. Harus mempunyai kamera/aksesori mahal Kamera/aksesori yang berharga mahal memang biasanya memiliki kualitas yang tinggi. Apalagi hal-hal menyangkut kamera DSLR nyaris tidak ada yang berharga murah. Kita sering sekali mendengar mitos diatas, dan sayangnya kita justru meyakini hal tersebut secara utuh. Kita juga sering menganggap sepele ketika mereka yang professional dan dibekali dengan peralatan canggih mampu menghasilkan gambar yang bagus, dan menganggap alat itulah yang menghasilkannya. Namun pada kenyataannya kamera dan peralatan hanya memegang peranan kecil terhadap

Read more...

Menggunakan Popup Flash Dengan Cerdas

Popup flash atau flash bawaan kamera cenderung menghasilkan bayangan-bayangan keras dan gambar yang membeku. Pop up flash memang memiliki banyak kekurangan bila dibandingkan dengan eksternal flash(baca posting sebelumnya), namun juga memiliki kelebihan yakni selalu menempel pada kamera sehingga kita tidak mungkin lupa membawanya. Seringkali dalam momen yang berlangsung cepat kita tidak sempat menggunakan/memasang flash eksternal, dan disinilah peran popup flash yang bisa kita andalkan. Pop up flash mempunyai kemampuan yang terbatas, jadi jangan berharap kita bisa mendapatkan hasil sebaik menggunakan flash eksternal, namun penggunaan popup setidaknya mampu menutupi celah/kakurangan tertentu dibandingkan tidak menggunakan flash sama sekali. Berikut adalah beberapa tips penggunaan popup flash dengan cerdas: 1. Jangan mengarahkan flash langsung ke subjek   Lampu flash yang sangat tajam mengarah ke subjek akan menghilangkan kesan natural, merusak suasana dan keseimbangan warna.

Read more...

Perlunya memiliki flash Eksternal

Flash eksternal/dedicated flash adalah flash terpisah dengan berbagai manfaat yang melebihi kemampuan flash popup/bawaan kamera dalam memberikan sumber cahaya buatan. Kamera modern Digital SLR saat ini tentunya sudah dilengkapi dengan popup flash, namun banyak pemilik kamera yang kurang puas akan hasilnya. Flash Pop Up/Onboard FlasH/Flash bawaan Tentunya bukan tanpa alasan mengapa produsen menyertakan fitur ini dalam setiap kamera. Pop up flash mampu memberikan cahaya buatan dengan kemampuan yang terbatas, misal fill in flash saat kondisi terik matahari dan sumber cahaya saat malam hari namun sayangnya cahaya yang dihasilkan terlihat keras dan terlalu tajam, sehingga muncul bayangan-bayangan kasar dan subjek tampak membeku. Disinilah peran eksternal flash untuk mengatasi berbagai kekurangan flash popup dan memiliki fleksibilitas lebih sebagai sumber cahaya buatan. Fitur Flash eksternal Flash eksternal bisa dibilang superior yang memiliki banyak sekali manfaat dibanding popup

Read more...

Penggunaan Filter Cilcular Polarizer (CPL)

Filter Circular Polarizer atau biasa dikenal dengan Filter  CPL adalah filter multifungsi yang mampu mengurangi silau dan membuat warna lebih hidup.  Filter ini sangat cocok terutama digunakan untuk fotografi landscape karena mampu mempertajam warna(langit dan dedaunan/pepohonan) dan mengurangi silau akibat sinar matahari/pantulan pada air. Petunjuk Penggunaan Efek filter polarizer akan maksimal jika subjek berada pada sudut 90 derajat dari matahari, seperti ditunjukkan pada gambar diatas. Atau lebih jelasnya anda bisa mengarahkan jari telunjuk ke arah matahari dan membuka ibu jari/jempol. Posisi ini sama dengan posisi jari saat main pistol-pistolan ketika kita kecil. Kemanapun kita mengarahkan/memutar ibu jari maka disitulash efek maksimal filter polarizer akan bekerja. Ring polariser dapat diputar kekiri maupun kekanan, putaran tersebut akan menentukan intensitas cahaya yang masuk(menggelapkan/mencerahkan) serta menghilangkan atau menampakkan silau akibat pantulan senar

Read more...

Penggunaan warna dalam fotografi

Warna dapat kita temukan dimanapun dan subjek apapun. Untuk membentuk komposisi yang baik warna perlu dipadukan dengan garis, bentuk, tekstur dan ruang. Penggunaan warna yang menarik dapat memberikan sentuhan yang menarik pada gambar, sehingga Seringkali warna yang menonjol dijadikan point of interest/fokus utama dalam suatu gambar. Banyak sekali teori tentang warna dan efeknya untuk mempengaruhi fikiran seseorang. Warna dapat dibagi menjadi 2 kategori, yakni warna dingin dan warna hangat. Warna dingin terdiri dari warna biru ke hijau atau spektrum ditengahnya/diantara kedua warna tersebut. Warna-warna tersebut mampu memberi kesan ketenangan dan kedamaian. Sedangkan warna hangat adalah warna merah ke kuning atau spektrum ditengahnya/diantara kedua warna tersebut. Warna hangat mampu memberikan kesan kebahagiaan dan optimisme. Warna monokromatik. analog(bersebelahan) dan komplementer(bersebrangan) Warna Komplementer Belajar tentang warna bukan hanya memilih satu warna dari sekian

Read more...

Menghindari foto menjemukan saat kondisi berawan/mendung

Mengabadikan gambar saat mendung tentu saja berbeda dibanding saat kondisi cerah. Kondisi mendung biasanya menghasilkan gambar yang datar, monoton, dan terjadi kemiripan kecerahan antara subjek dengan background akibat kontrast rendah yang diproduksi saat kondisi berawan. Seringkali para pemula melakukan banyak kesalahan dalam kondisi tersebut, bahkan ketika mereka menguasai banyak tips tentang komposisi dan setting kamera gambar yang dihasilkan masih diluar keinginan. Hal yang perlu dimengerti adalah aspek fundamental/medasar yakni pencahayaan dan hubungannya secara visual terhadap gambar yang dihasilkan. Dalam kondisi mendung, banyak hal yang perlu kita mengerti, antara lain: Kualitas Cahaya dan kontras Pencahayaan memainkan peranan penting dalam fotografi, dan faktanya fotografi sendiri adalah seni mengabadikan cahaya. Cahaya memiliki kualitas berbeda beda, dan dalam fotografi dikenal 2 macam, yakni Hard Light dan Soft Light. 1. Hard Light Ini adalah tipe cahaya

Read more...

Membuat bentuk bokeh sendiri

Bokeh adalah area out of fokus atau area tidak fokus dalam suatu gambar. Area out of fokus disini adalah area apapun baik itu area terang maupun area gelap diluar area fokus. Bokeh akan muncul ketika kita memotret dengan bukaan aperture lebar dan kualitas bokeh sendiri sangat ditentukan oleh kualitas lensa yang kita pakai, misalnya lensa canon L Series mampu menghasilkan bokeh yang lebih baik dibanding lensa canon standart. Hal lain tentunya adalah kemampuan dan kreatifitas sang fotografer. Banyak sekali fotografer yang sangat menyukai bokeh yang dihasilkan oleh area terang, sebut saja lampu-lampu kota yang mampu menghasilkan bola-bola cahaya. Untuk menghasilkan bokeh tersebut, kita cukup menempatkan lampu(atau sumber cahaya lain spt lilin) pada bagian background ataupun foreground. Jika kita kurang familiar dengan mode manual, kita bisa menggunakan mode aperture priority, dan setting aperture pada bukaan terlebar misalkan F1.8 atau F1.4. Jika lampu kita tempatkan pada area in fokus

Read more...

Teknik memotret hewan didalam kandang kebun binatang

Liburan keluarga tentunya merupakan saat yang ditunggu tunggu dan salah satu tempat favorit anak-anak adalah kebun binatang. Hewan-hewan didalam kandang tentunya sangat menarik, beraneka ragam dan beraneka warna. Namun sayangnya mengabadikan gambar mereka tidaklah mudah karena kita terhalang oleh kandang, sehingga foto-foto yang dihasilkan tampak sekali hasil memotret di kebun binatang. Beberapa tips sederhana berikut akan membantu kita mendapatkan gambar hewan di kebun binatang tampak seperti satwa dialam liar : Menghilangkan refleksi/Pantulan dari Kaca Kaca dan kawat yang biasa digunakan sebagai kandang merupakan musuh utama kamera yang sekaligus memberikan tantangan kepada kita. Sebaik apapun gambar yang kita abadikan bila terdapat pantulan dari kaca maka akan sangat mengganggu. Disinilah tugas kita untuk menghilangkan "kaca" agar hewan tampak natural. Caranya adalah menggunakan filter CPL(Circular Polarized) yang mampu menghilangkan pantulan yang diakibatkan oleh permukaan

Read more...

Tips memotret dibawah terik matahari

Momen berlibur bersama keluarga memang momen yang sangat indah untuk diabadikan. Keceriaan anak-anak dan ibunya, serta keindahan sepanjang perjalanan akan menjadi subjek yang menarik . Namun tentunya ada beberapa kendala yang akan kita hadapi, salah satunya adalah terik matahari yang bisa mengakibatkan over exposure dan menampakkan bayangan-bayangan keras pada wajah. Beberapa hal yang bisa kita lakukan saat memotret dibawah terik matahari adalah : Atasi over eksposur dan Bayangan Keras Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memerangi over eksposure yang terjadi akibat terlalu banyaknya cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera. Kita bisa menggunakan mode manual yang bisa memberikan kontrol lebih dibandingkan dengan mode semi otomatis/otomatis. Kemudian Gunakan ISO rendah misal ISO 100, serta gunakan bukaan aperture tersempit(angka besar) sehingga cahaya yang masuk ke dalam sensor bisa berkurang. Bukaan aperture yang sempit akan mengakibatkan luasnya area on fokus dalam gambar,

Read more...
Page 1 of 1012345...10...Last »